seperti gulali yang ada di festival musim panas
aku tak bisa jauh darinya
bahkan hanya sedetik
Dia sangat manis
seperti buah manggis yang tumbuh di alam liar
membanjiri aku dengan anti oksidan
pancarkan gairahku setiap saat
Aku tenggelam di bahasa cintanya
hanyut ke dalam jiwanya yang penuh rahasia
terdampar di dermaga rindunya yang sendu
aku menjadi aku yang berbeda
Lalu kemudian dia mengabaikanku
tanpa kata tanpa suara
beberapa jam beberapa hari
membuatku menyerah untuk sesaat
membuatku menginginkannya lebih lagi
aku terjebak dalam permainan pikiran seperti ini
Dia memanggilku sempurna
antara pagi dan senja
dan meninggalkan catatan di hatiku
berharap aku tak lelah akan kesimpulan hidupnya
Dia selalu kembali
menceritakan tentang dunia yang ada di kepalanya
sangat dalam dan penuh makna
seakan itu adalah cerita terakhir yang aku dengar
Aku tertidur di pelukannya
sepanjang malam, aku mendengar bisikan nafasnya
aku masih belajar banyak tentang pikirannya
sama seperti misteri yang tak terpecahkan
Wisconsin 2024
No comments:
Post a Comment