HTML/javascript

December 26, 2025

GILA

kau benar
aku gila
aku tertidur di bawah rimbun bambu
kala malam mengguruiku dengan impiannya

hatiku terpatri 
kepada rembulan pagi
yang cahayanya berkilau di tengah samudra
dia membuat duniaku bersinar dalam gelap

aku tersesat 
di antara impian dan harapan
dusta memporak-porandakan jiwaku
rinduku menghilang, di hempas ombak 

musnah 
tak berbekas
pasir dingin mengubur hatiku 
hatiku yang terluka dalam

kau benar
aku sudah gila
surga pun tak mampu menyembuhkan aku
apalagi kau sang penghujat

        **********************************

You were right
I was out of my mind
I fell asleep under a grove of bamboo
when the night lectures me with its dreams

My heart was captivated
by the morning moon
light shone brightly in the middle of the ocean
makes my world shine in the dark

I have been lost 
between dreams and hopes
Lies have shattered my soul
My longing gone, swept away by the waves

vanished
without a trace
The cold sand buried my heart
My deeply wounded heart

You are right
I'm already insane
Even heaven couldn't heal me
let alone you, the blasphemer


Wisconsin 12/27/2025

December 17, 2025

KAMU

Aku seketika terbangun 
oleh lembutnya embun
kamu menawarkan sekuntum mawar
beraroma pagi nan mekar

Senyummu menebarkan harapan
matamu mengungkapkan rindu yang tertahan
aku seakan ingin mendekapmu dalam sunyi
dan tak ingin tertidur lagi

Dunia mestinya mengerti
bahwa kamulah lelaki yang aku mau
jangan jauhkan hatimu lagi
karena aku tak mampu

Mari, kembali ke taman bunga biru
'kan ku bacakan lagi 
syair-syair tentang hari baru
yang mana hanya kita saja dalam kisah ini


Wisconsin, 12/05/2025


December 14, 2025

TROUBLE

You said, I look like trouble
and I said, you are a trouble-maker
bright laughter like sunshine
filled the quiet room

Well hey, I have my own days
You said, don't make me wait
I said, wait a little time
I don't run away like a bunny

ring-ring
the phone is ringing
my trouble is calling me now
tickle my fancy with something sexy

trouble
trouble
I need a trouble-maker with cool energy
to clear up my messy mind

trouble
trouble
I want a trouble-maker who could rock my world
When my days feel so tight

Meet me at the southern ocean
you said, you carry a troubled soul
I said, pouring out on me like red wine
but you must know that i love myself first

trouble
trouble
I'm the trouble you've been dreaming of
find me in playful way, then hide me in your mind

trouble 
trouble
I'm the trouble you're looking for
get into trouble now or regret it later


Wisconsin, 12/10/2025

December 07, 2025

kemarin sore

kemarin sore
saat mentari mulai menepi
dan warna langit berubah jingga
kukatakan padanya tentang inginku

lama kunanti jawabnya
hingga aku tertidur di bawah cahaya bulan
aku seakan bermimpi
melihatnya berlari menuju kegelapan

lalu kudapati jawabnya
kala sinar pagi menyapa
bersama embun bening di rerumputan
dan nyanyian burung musim gugur

dia datang, membawa rasa yang kuinginkan
senyumnya sama seperti hari pertama
harum tubuhnya mengingatkanku 
pada suasana hutan di borneo

kubiarkan dia melepas jaket merahnya
memperlihatkan kekar tubuhnya
dan menceritakan harinya yang kemarin
aku berdiam dan mendengar

seolah-olah seluruh ceritanya adalah puisi
kisah murni dari jiwa yang ranum
impian muda yang tak terbatas 
yang mungkin saja berubah seiring waktu

Aku tak akan menyalahkannya 
jika dia menjauh dan tak mau kembali
akupun tak akan berkata tidak
jika dia ingin tetap disini denganku

wisconsin november 8 2025








November 02, 2025

INNOCENT DREAM

He still there
not stealing a glance or ignoring me
But he smiled when I walked through
He comes closer when I'm around him

On my mind
I want to kiss him so bad
He might not like me, or he might be
just being shy, hide the feeling

I have no guts to ask
I'm waiting for him to ask me out
I will say yes
without any hesitation

stupid thing, it's never happened

Then I'm gone for a while
break from this confusing feeling
ignoring him
Did he miss me? wonder where I am?

He knows my place
He can come over, knocking on my door
I'll be there, and I will grab his arms
kissing him passionately

Stupid thing, it's never happened

I'm back with neutral feelings
He walked through, saw me
Then suddenly turn around
pretend to talk to others

His face is so bright and happy
This time, he is stealing a glance at me
I wish he had said "hi," but he didn't
act like a plain guy. I did the same

I dreamt about him last night
We're both in the movie theatre
but not watching the movie
We looked at each other, then he smiled

I kiss him and touch his chest
He kissed me back, and he grabbed my hands
He asked me out
The dream was over before I said yes


Wisconsin, April 2024


September 20, 2025

BERAKHIR DI SINI

telah aku ungkapkan
kalimat akhir penentu jalan kita
bahwa kau dan aku akan berakhir di sini
di ujung jalan di batas kota
kala mentari terbenam di barat

namun aku tak menyangka
bahwa kau benar-benar pergi tanpa suara
meninggalkan aku dalam tanya besar
mengapa begini jadinya
sesak dada ini menanti jawabmu

bukankah dulu kau yang meminta
untuk singgah di hatiku
yang katamu sungguh teduh bagai telaga
mampu hangatkan jiwamu yang beku
aku yakin, kau pasti terus mengingatnya

kini segala ini hanya kehampaan
kau anggap ini permainan belaka
kau wujudkan kalimatku
menjadikanku jiwa yang terbenam dalam luka
entah sampai kapan

wisconsin, september 2025






TAK LUKA

aku biarkan kau menjauh
tak usah kembali, tak apa
tak akan ku nantikan kau, tak akan
dan biarlah aku terbang bebas 

nyatanya aku tak luka
saat tak denganmu atau saat kau tak ada
nyatanya hariku masih berwarna
tanpa adanya kamu dan suaramu

the last summer in wisconsin 2025


SYAIR KEPEDIHAN / POETRY OF PAIN

Kaulah yang ku harapkan sejak mula
meski aku tahu kau tidak
namun kau tegarkan diri
untuk turuti apa inginku

Lalu aku tahu, hatimu percaya
bahwa segalanya tak mungkin
tak mungkin untuk di perjuangkan
inginmu berbeda dari inginku

aku perih
saat kau curahkan kejujuran itu
ingin ku ingkari dan mengubah diri
menjadi seperti yang kau ingini
namun waktuku telah habis

aku tetap inginkan kau
untuk setia di hari-hariku
dan kau tetap ada, namun berdiam 
diantara ragu dan rindu

aku menjadi kelabu
saat kau akhirnya menghapus diri
dari duniaku yang berwarna
memaksaku untuk terima pilu ini

***************************

You are the one I have been waiting for
from the beginning
even though I know you don't. You don't
But you strengthen yourself
To do what I want in any way

Then I know, your heart believes
that everything is impossible
impossible to fight for
Your desire is different than mine

I'm in pain
When you tell the truth
I want to deny it and change my mind
be the way you want to be
But my time was running out

I still want you
to be faithful in my days
And you are there, but remain silent
between doubt and longing

I've become gray
When you finally erase yourself
from my colorful world
force me to accept this unsolved sorrow


Wisconsin, September 19th, 2025



September 09, 2025

LOST IN THE CRYSTAL LIGHT


Aku ingin tidur nyenyak malam ini
tidur yang sangat lama
hingga saat aku bangun
tak ku temukan lagi
sesak di dada ini

hariku kemarin sangat panjang dan mengerikan
tak dapat aku lupakan kisahnya
tersusun rapi di otakku

Semalam aku mengunjungi sebuah kafe yang menyajikan menu-menu masakan jawa, ramai sekali tempat itu, sampai-sampai aku sulit untuk mendapatkan tempat duduk. semuanya penuh terisi oleh pasangan-pasangan muda yang sedang berakhir pekan. aku heran kenapa tempat seperti ini bisa penuh sesak. hm... pasti karena ada yang menarik di tempat ini, mungkin. karena aku juga baru sekali ini datang.
malam itu aku datang bersama dua orang temanku. hah...teman??? sejak kapan mereka adalah teman. shit! not friends. mereka adalah dua cacing yang telah mencoreng-moreng mukaku dan yang telah mencabik-cabik hatiku selama dua minggu terakhir ini. huh... lupakan saja mereka. sepertinya aku tidak pernah mengajak mereka ke sini. entah bagaimana tiba-tiba mereka bisa ada di belakangku seolah-olah berjalan bersamaku. aku sudah berusaha menghindari mereka dengan berbagai cara, karena aku tak ingin mereka merusak acara indahku di kafe ini. aku tak peduli kemana mereka berdua akan mendulang dosa lagi.cuih... pasangan menjijikkan. mereka berkhianat demi kenikmatan sesaat. berjanji bertemu hanya untuk menyakitiku. dasar manusia jalang.

di mataku kafe ini sangat unik. ini kafe tapi hampir menyerupai pasar kuliner. beberapa pedagang menawari aku menu-menu dan memintaku singgah untuk mencicipi masakan mereka, ini sangat menarik buatku. dan kebanyakan dari mereka menyajikan pecel sayur jawa, jajanan pasar jawa, minuman khas jawa. hm... semua itu adalah menu-menu kegemaranku. wow... menyenangkan sekali tempat ini.

akhirnya aku memilih singgah di sebuah warung milik seorang ibu paruh baya, aku memesan nasi pecel komplit dan aku duduk di sebuah bangku panjang. aku melihat bangku itu sepi, hanya ada sepasang muda-mudi yang sedang menikmati makanan dalam balutan romantisme. 
aku senang disini. ibu penjual pecel sangat ramah, beliau menanyakan kenapa aku tidak bergabung dengan kedua temanku yang tadi berjalan bersamaku. "aku tidak mengenal mereka..." jawabku singkat dengan mimik wajah kecewa. rupanya ibu penjual pecel tahu sekali akan suasana hatiku malam ini. dia pun menimpali "teman atau bukan, siapa saja bisa menusuk dari belakang, tapi tidak baik menyimpan kebencian..." aku tak menggubris, aku lebih memilih menikmati nasi pecelku dengan lahap. hm...yummy sekali rasanya. aku pasti akan nambah lagi nih, batinku.

"Apa ibu pernah dikecewakan oleh seseorang?" tanyaku di tengah acara makanku.
"Ibu tak banyak dikecewakan, tapi mungkin ibu banyak mengecewakan orang lain...." jawabnya.
"Apa ibu ingat kapan ibu di kecewakan?" tanyaku lagi sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutku
"Ibu tak pernah mengingat-ingat kesalahan orang lain, karena tidak ada manusia yang sempurna..." Ibu itu menjawab penuh filosofi.

Tak lama, suara music terdengar diputar perlahan dari sebuah panggung kecil di sudut kafe. aku menoleh. seorang wanita muda muncul dari balik panggung, dia memakai dress putih, hm... cantik sekali gadis itu. dia menyanyikan lagu tembang kenangan yang aku hapal di luar kepala, suaranya sangat merdu, sepertinya tak asing di telingaku. aku menghentikan makanku dan memperhatikan gadis itu dengan seksama. Siapa dia? sepertinya aku mengenalnya... Hm..benar. wajah itu tak asing juga di mataku. aku mengenalnya, sejak dulu, beberapa tahun yang silam. aku yakin sekali tapi aku juga ragu. mana mungkin, ini mustahil. tapi keyakinanku sangat kuat malam ini. dia adalah teman masa kecilku. mendadak aku kehilangan konsentrasi makan.

kemudian aku bertanya kepada ibu penjual pecel. "apa ibu tahu siapa nama penyanyi itu?"
"namanya Christal.." jawab ibu itu tanpa mengalihkan pandangannya dari panggung. 
Deg! jantungku seakan lepas dari tempatnya, tak kurasakan lagi seberapa cepat detaknya. benar dugaanku, dialah teman masa kecilku yang selama ini aku cari, aku rindukan dari ujung indonesia barat hingga ke indonesia timur. Dialah Christal. aku memperhatikannya. dia sekarang cantik sekali, suaranya merdu sama seperti beberapa tahun yang lalu, dengan dress putih yang sangat cocok sekali dengan kulitnya yang kuning langsat dan tubuhnya yang mungil. kebaikan hatinya masih melekat di hatiku saat dia membelaku dari godaan teman-teman senior yang usil, ketulusan hatinya masih kuingat saat dia dengan sabar mengajari aku matematika yang bagiku sangat rumit, kedewasaannya membuatku memutuskan akan berteman dengannya sampai kapanpun. tapi apa boleh buat, waktu tak bisa diputar ulang lagi. perpisahan harus terjadi demi sebuah pencapain hidup dan cita-cita. kami di pisahkan oleh bentangan jarak dan waktu selama bertahun-tahun. Dan ini akan ku ingat sebagai keajaiban bila benar dialah sahabat kecilku.

"aku ingin minta tanda tangannya, bisakah aku bertemu dia setelah selesai nyanyi, bu?" tanyaku lagi pada ibu penjual pecel.
"bisa, nanti ibu panggilkan ya..." kata ibu itu memberi harapan. aku mengangguk cepat. aku semakin tak sabar dan jadi kehilangan selera makanku.

Tak berapa lama kemudian, nyanyian usai dan kulihat beberapa penyanyi bermunculan dari pintu samping panggung yang letaknya tepat di hadapan warung nasi pecel yang aku singgahi. aku menunggu sosok yang aku rindukan itu muncul.
"nah itu dia, cepat kesana dan minta tanda-tangannya..." seru ibu penjual pecel kepadaku. aku bergegas bangkit hingga tanpa sengaja menyenggol meja di hadapanku, dan membuat seluruh makanan di atasnya tumpah bertebaran di lantai. ups... aku tak peduli, aku terus melangkah mendekati gadis cantik itu dan memanggil namanya.

"Christal...Christal..." teriakku tepat di hadapannya. dia menoleh, namun tanpa ekspresi 
"siapa kamu...." tanyanya dengan sinis. 
"Aku teman masa kecilmu. Apa kau ingat dulu kita sering bermain bersama, belajar bersama. kita  bermain drama di gereja, kau jadi guru dan aku jadi murid. dan kita bernyanyi lagu pohon terang...pohon terang sangat indah rupamu...." aku menghentikan nyanyianku dan menunggu reaksinya, Tapi gadis bernama Christal tetap tak bereaksi sedikitpun, dia sama sekali tak mengenaliku, lalu dia menepis tangannya dan mengabaikan uluran tanganku.
"ah sudahlah, aku sama sekali tak mengenalmu, kau mungkin salah orang..." katanya sembari membuang muka dari hadapanku. Aku melihat sekilas matanya menyiratkan kebohongan dan pengingkaran akan kebenaran yang baru saja aku ungkap.

"Aku tidak mungkin salah, tolong lihatlah aku...." Aku menarik tubuhnya yang mulai menjauh dariku.
"Sudahlah...kau salah orang, mana mungkin kau temanku. jadi pergilah sekarang. Kau jangan membuang waktuku..." katanya lembut namun sangat menusuk hatiku. Sekali lagi aku menatap matanya dan tak ku jumpai ketulusan disana. ketulusan yang dulu pernah dia sebarkan kepadaku. Dia sudah berubah banyak sekali, aku tahu dan aku sadar. Tapi bagaimana bisa begitu mudahnya dia melupakan jalinan persahabatan?.
Aku hanya bisa berdiri termangu menatapnya pergi menjauh dari hadapanku, tanpa sedikitpun rasa. Entah kemana hatinya sekarang...

Lalu teman-temannya datang dan mengerumuni aku, seolah-olah aku ini adalah mangsa dan bertanya berbagai macam pertanyaan konyol yang sama sekali tak ku mengerti, mereka bahkan mentertawai diriku di hadapan banyak tamu di kafe itu, mempermalukan dan mengolok-olok dirku, melepaskan topiku, membuangnya jauh entah kemana, dan melepaskan kepangan rambutku sehingga menjadi acak-acakan.

"kamu pasti penipu, sok kenal sama penyanyi tenar...." kata salah satu dari mereka dan diiyakan oleh yang lain.
"Christal tidak mungkin punya teman seperti kamu, dasar gadis kampung, lihat saja dirimu, tak beda dengan gadis jalanan...." kata yang lainnya sambil tertawa terbahak-bahak. Semua mata pengunjung kafe tertuju padaku, aku bagaikan pencuri yang tertangkap basah dan diadili dengan hukum rimba, sementara orang yang melaporkan aku adalah sahabatku sendiri yang kini telah mengingkari keberadaanku. Aku berusaha sekuat hati untuk tidak mengeluarkan air mata, ini tabu bagiku jika sampai berurai air mata di ruang umum. 

Sekilas aku melihat gadis bernama Christal berdiri di sudut kafe, mata kami beradu, namun kurasakan dingin dan asing. Aku ingin dia menghampiriku dan membelaku seperti yang dulu pernah dia lakukan untukku, Ayo Christal katakan bahwa aku memang adalah temanmu. hatiku berteriak. aku menunggu dengan hampa, dia tak berkutik dari tempatnya. Aku harus menerima kenyataan ini, dia sudah tidak menganggapku penting lagi.

"Sudah sana pergi, dasar gadis penipu..."Sambung mereka sambil mendorong tubuhku ke arah pintu
"Biar ku panggil satpam untuk mengusirmu...."lanjut yang lain disertai teriakan ke arah satpam.

Seorang satpam datang, meraih tanganku dan mengusirku dengan kasar. aku segera menepis tangan besar satpam itu dengan lebih kasar.

"lepaskan aku, aku bukan penipu!!!" seruku dengan lantang. Dengan sisa tenaga aku berlari keluar dari kafe itu. Duniaku seakan gelap gulita. kakiku menjadi lumpuh seketika. hatiku tawar dan pahit. aku tak peduli lagi bagaimana tatapan orang-orang di jalan. Aku terus melangkah. otakku kembali memutar cerita kelam di masa lalu antara aku dan Christal. saat kami bertemu di acara gereja, saat dia menerimaku sebagai sahabat kecilnya, saat dia mengajariku bagaimana menjadi gadis baik saat dewasa, saat dia berbagi makanan denganku, saat dia membelaku ketika teman yang lain berbuat jahat kepadaku, saat dia katakan bahwa kita adalah teman selamanya,walau terpisah jarak dan waktu, tetap dekat di hati. saat kami latihan nyanyi bersama di gereja. kenangan itu masih terekam dengan jernih di pikiranku. dan aku yakin dia pasti juga menyimpan kenangan ini. tapi kenapa dia mengingkarinya malam ini?

Seharusnya dia memberiku kesempatan untuk mendengarkan penjelasannya. Bukan dengan cara seperti ini. Apakah memang aku yang salah orang ataukah dia yang mengingkari kenyataan ini?

Kini aku tahu, bagaimana rasanya diabaikan, dilupakan dan dibuang......ternyata waktu tidak hanya berputar mengubah siang dan malam, tetapi juga bisa mengubah ingatan dan pikiran seseorang.

tulisan ini adalah cerita fiksi belaka dan terinspirasi oleh sahabat masa kecilku dan aku persembahkan tulisan ini untuknya dimanapun dia berada saat ini. aku sangat merindukannya....

update : aku sudah menemukan sahabatku itu melalui facebook, dia sudah menjadi wanita sukses pemilik laundry kiloan dan memiliki keluarga yang bahagia.

September 07, 2025

LETTER TO SUNNY

I will sit next to you, Sunny
on the beach, beach with calm waves
and a cool breeze
blending with your body scent and your happy face

I will take you out, Sunny
to a place you've never been
a place with fresh green grass, birds chirping in the trees
surrounded by clear rivers and wild animals

I want to tell you a story, Sunny
stories you never heard
I want to read you the oldest legend of my country
The legend that you never knew

I learn to comprehend your mind, Sunny
Every day you give me a beautiful test
Every day is an exciting game with a tasty reward
as if life is just for having fun

Sometimes when I watch you sleeping, I get sad, Sunny
that you will grow old and leave, it will be hard for me to face that day
because I can't prolong your life
to stay with me in my world

But if you go someday, Sunny
I want you to know that you will remain in my heart
And you have beautiful memories with me
even though it's not as perfect as you dream.

9/5/2025 Sunny day in Wisconsin 


May 28, 2025

waktu untuk mengingatmu / time to remember you

Sejenak ku luangkan waktu
untuk mengingatmu
kau seumpama puisi lama
yang tak pernah ku mengerti

ketika pagi itu kulihat kau berjalan ke arahku
aku tersenyum namun dadaku berguncang
wajahmu sehangat sinar pagi
namun matamu memancarkan kegalauan

Lama aku merenungkan wajahmu
namun tak kudapati jawaban
hanya angan yang mebawaku
mendekat ke hangat pelukmu

Ijinkanlah aku untuk terus mengagumimu
meski hanya dari kejauhan
dan aku tak peduli
jika itu akan melukai jalanku

namun jika inginku terlalu banyak
maka abaikanlah
karena aku tahu kau terlalu pagi
untuk dapat mengantarku menuju senja

********************************

I take a moment
to remember all about you
You are like an old poem
that I never understood

When I saw you walking to me that early morning
I smile, but my heart is shaking
Your face is as warm as the morning sun
But your eyes reveal doubt

I've been contemplating your face for a long time
But I didn't get an answer
Only dreams take me
closer to the warmth of your chest

Allow me to continue to admire you
even if only from a distance
and I don't really care
If it will hurt my way

But if I'm too much for you
Then ignore it
because I knew you were too early 
to be able to take me to the twilight


Wisconsin, 6/7/2025


February 23, 2025

BURUNG KARDINAL MERAH (RED CARDINAL)

Ciutan burung kardinal merah
membangunkan aku pagi ini
aku menatapnya. Lama
dari jendela yang dipenuhi butiran salju

Aku ingin tahu ada kabar apa hari ini
apa yang ingin dia katakan
sudah cukup lama dia pegi dari tempat ini
aku disini menuggu dan merindu

Tidak. aku tak ingin tahu segalanya
tapi hatiku tak bisa mengabaikannya
ada sesuatu yang tersembunyi dari balik senyumnya
seakan ada kedukaan yang tak bertepi

Aku merindukan segala tentang dia
dia akan mengijinkan aku memeluknya
dan dia akan memberiku ciuman manis di sore hari
itulah hal menenangkan jiwanya di kala dia ragu

Burung kardinal merah masih disana
di atas ranting, di balik jendela
angin kencang menggoyangkan sayapnya
tetapi cakarnya kuat mencengkeram ranting

kenanganku kembali ke masa itu
saat dia katakan "aku disini untukmu"
tetapi mata itu, matanya menyampaikan duka
dan aku masih merasakannya hingga kini

Aku mulai berteriak dan terisak
memohon kepada semesta untuk tidak membiarkannya pergi
tetapi waktu itu aku sangat kecil dan tak berdaya
setelah itu segalanya nampak kosong tanpanya

**************************************

Chirping of a red cardinal
woke me up this morning
I stared at him for a long time
from the window filled with snowflakes

I wonder what's going on there
what he wants to say
It's been a long time since he left 
I'm here waiting and longing

No, I don't want to know everything
But my heart can't ignore it
There is something hidden behind his smile
as if there was endless sorrow

I miss everything about him
He would let me wrap my arms around him
And he'd give me a sweet kiss in the afternoon
That's what calms his soul when he's in doubt

A red cardinal is still there
on a branch, behind the window
The strong wind shakes its wings
But his claws gripped the branches tightly

My memory goes back to that time
when he said, "I'm here for you, hold tight."
But, those smiles, those eyes conveyed sadness
and I still feel it until now

I started screaming and sobbing
begging the universe not to let him go
But at the time, I was so small and helpless
After that, everything seemed empty without him

Wisconsin, 2/23/2025