telah aku ungkapkan
kalimat akhir penentu jalan kita
bahwa kau dan aku akan berakhir di sini
di ujung jalan di batas kota
kala mentari terbenam di barat
namun aku tak menyangka
bahwa kau benar-benar pergi tanpa suara
meninggalkan aku dalam tanya besar
mengapa begini jadinya
sesak dada ini menanti jawabmu
bukankah dulu kau yang meminta
untuk singgah di hatiku
yang katamu sungguh teduh bagai telaga
mampu hangatkan jiwamu yang beku
aku yakin, kau pasti terus mengingatnya
kini segala ini hanya kehampaan
kau anggap ini permainan belaka
kau wujudkan kalimatku
menjadikanku jiwa yang terbenam dalam luka
entah sampai kapan
wisconsin, september 2025
No comments:
Post a Comment