HTML/javascript

March 18, 2014

SYAIR PENANTIAN

SYAIR PENANTIAN ( I )

Aku yang mematikan lampu
saat bulan berada tepat di atas kepalaku
dan ku lihat kau tertidur pulas di pangkuanku 

Bermimpilah
terbanglah
aku di sini denganmu
seumpama ibu yang menjaga bayinya sepanjang waktu

Lihatlah aku dalam mimpi
senandungkan lagu kisah sejati
kelak kau kan mengerti
makna bait-bait syair dari hati

Aku yang mematikan lampu
agar tak silau pandanganmu
saat kau terbangun di hari baru



SYAIR PENANTIAN ( 2 )

Kau matahari bagi jiwa
dan aku adalah bulanmu yang hampa
kau maharupa
melebihi maha raja

Aku tak berdaya
terhimpit sebongkah pesona
ah...rasanya aku ingin mati saja

Berhari-hari kau ku nantikan
hanya untuk memandangmu di bawah rembulan
dan itu sungguh mustahil pun tertahan



SYAIR PENANTIAN ( 3 )

Di mana rindu terpatri
yang akan menguatkan dua hati

Tak akan abadi dalam sendiri
nanti akan berakhir dan mati

Wahai pujaan yang jauh
biarlah angin sampaikan salam teduh

Dalam harap penantian saja
kau dan aku kelak bersua

No comments:

Post a Comment