HTML/javascript

December 17, 2025

KAMU

Aku seketika terbangun 
oleh lembutnya embun
kamu menawarkan sekuntum mawar
beraroma pagi nan mekar

Senyummu menebarkan harapan
matamu mengungkapkan rindu yang tertahan
aku seakan ingin mendekapmu dalam sunyi
dan tak ingin tertidur lagi

Dunia mestinya mengerti
bahwa kamulah lelaki yang aku mau
jangan jauhkan hatimu lagi
karena aku tak mampu

Mari, kembali ke taman bunga biru
'kan ku bacakan lagi 
syair-syair tentang hari baru
yang mana hanya kita saja dalam kisah ini


Wisconsin, 12/05/2025


No comments:

Post a Comment