oleh lembutnya embun
kamu menawarkan sekuntum mawar
beraroma pagi nan mekar
Senyummu menebarkan harapan
matamu mengungkapkan rindu yang tertahan
aku seakan ingin mendekapmu dalam sunyi
dan tak ingin tertidur lagi
Dunia mestinya mengerti
bahwa kamulah lelaki yang aku mau
jangan jauhkan hatimu lagi
karena aku tak mampu
Mari, kembali ke taman bunga biru
'kan ku bacakan lagi
syair-syair tentang hari baru
yang mana hanya kita saja dalam kisah ini
Wisconsin, 12/05/2025
No comments:
Post a Comment